Oleh: mustuse | 6 April 2012

Tugas Tutorial 2 (Online) Semester III

Tugas Tutorial ke-2

Mata Kuliah Manajemen Perpustakaan (Modul 2, 3 dan 4)

Semester II Masa Regestrasi 2012.1 Pokjar Blora 3

Blora, 6 April 2012

 

A. Petunjuk Mengerjakan :

  1. Jawablah soal-soal dibawah ini dengan ringkas, padat dan jelas.
  2. Kirimkan jawaban anda secara online dan ditujukan ke alamat yu2f.281169@gmail.com.
  3. Tulis jawaban Anda pada MS Word 2007 atau 2010.
  4. Jangan lupa cantumkan nama lengkap dan NIM.
  5. Jawaban paling lambat diterima oleh Tutor pada tanggal 13 April 2012.
  6. Informasi pengiriman jawaban soal di update oleh Tutor melalui facebook YUSUF FITRI atau bisa ditanyakan lewat HP Nomor : 082136627007 (harus pakai Nama !!!)
  7. Hindari berlaku tidak jujur dengan melakukan copy paste terhadap jawaban milik mahasiswa lain.
  8. Bagi mahasiswa yang belum mempunyai alamat email atau bahkan belum tahu cara membuat email segera ke Ruang Multimedia KPAD Blora setiap jam kerja KPAD (Jam 07.00-15.00 WIB).

 B. Daftar Pertanyaan :

  1. Perencanaan merupakan suatu proses yang terus menerus dan merupakan suatu siklus. Coba anda jelaskan siklus dari suatu perencanaan itu ?
  2. Menurut Anda, apakah organisasi kecil juga harus menjalankan fungsi manajemen perencanaan ? 
  3. Mengapa perencanaan memegang peranan penting di perpustakaan ?
  4. Elemen waktu  merupakan faktor  yang memegang peranan penting dalam sebuah perencanaan, mengapa ?
  5. Mengapa faktor pengumpulan dan analisa data penting bagi sebuah perencanaan ?
  6. Apakah maksud dari perencanaan itu harus lentur dan fleksibel ?
  7. Berikan penjelasan secukupnya apa itu Tujuan, Sasaran dan Target ! Berikan contohnya masing-masing !
  8. Apa yang anda pahami tentang Kebijakan Pengembangan Koleksi dan Kajian Pemakai ? Jelaskan !
  9. Mohon dijelaskan hal-hal sebagai berikut : (a) Pelestarian Bahan Pustaka (b) Penyiangan Bahan Pustaka (c) Pengatalogan Bahan Pustaka dan (d) Klasifikasi Bahan Pustaka.
  10. Berikan penjelasan secukupnya tentang jenis2 layanan perpustakaan berikut : (a) Layanan Pendidikan Pemakai (b) Layanan Penyebaran Informasi Terseleksi dan (c) Layanan Kelompok Pembaca Khusus.
Oleh: mustuse | 4 April 2012

Tugas Tutorial Pelestarian Bahan Pustaka

Tugas Tutorial ke-2

Mata Kuliah Pelestarian Bahan Pustaka (Modul 3 dan Modul 4)

Semester II Masa Regestrasi 2012.1 Pokjar Blora 2

Blora, 4 April 2012

A. Petunjuk Mengerjakan :

  1. Jawablah soal-soal dibawah ini dengan ringkas, padat dan jelas.
  2. Kirimkan jawaban anda secara online dan ditujukan ke alamat yu2f.281169@gmail.com.
  3. Jangan lupa cantumkan nama lengkap dan NIM.
  4. Jawaban paling lambat diterima oleh Tutor pada tanggal 11 April 2012.
  5. Informasi pengiriman jawaban soal di update oleh Tutor melalui facebook YUSUF FITRI atau bisa ditanyakan lewat HP Nomor : 082136627007 (harus pakai Nama !!!)
  6. Hindari berlaku tidak jujur dengan melakukan copy paste terhadap jawaban milik mahasiswa lain.
  7. Bagi mahasiswa yang belum mempunyai alamat email atau bahkan belum tahu cara membuat email segera ke Ruang Multimedia KPAD Blora setiap jam kerja KPAD (Jam 07.00-15.00 WIB).

B. Daftar Pertanyaan :

  1. Langkah-langkah apa yang akan anda lakukan sebagai Pustakawan untuk menetapi motto “Mencegah lebih baik daripada mengobati” ketika koleksi bahan pustaka perpustakaannya rusak karena Pemustaka yang tidak paham pelestarian bahan pustaka ?
  2. Sebagai Pustakawan yang pernah menempuh mata kuliah Pelestarian Bahan Pustaka apa yang akan anda lakukan jika harus berhadapan dengan tikus dan rayap di Perpustakaan ?
  3. Coba Anda sampaikan langkah-langkah yang bisa dilakukan Pustakawan untuk mencegah terjadinya kerusakan koleksi buku dari serangan Jamur !
  4. Apa yang akan Anda lakukan jika koleksi buku perpustakaan Anda oleh Pemustaka dicorat-coret, disobek gambarnya, ditempeli selotip, memudar warna kertasnya dan foxing ?
  5. Ceritakan dengan bahasa tulisan anda sendiri apa saja yang Anda ketahui tentang Fumigasi, Deasidifikasi, Laminasi dan Enkapsulasi

Sampe pada putaran ke 6 kegiatan roadshow jurnalistik pelajar blora 2011 di SMA Negeri 1 Randublatung, aku dapat materi membangun motivasi adik-adik pelajar untuk gemar membaca. Jujur harus diakui bahwa ini upaya yang tidak mudah, karena banyak faktor yang membuat para pelajar kita budaya membacanya kurang. Coba aja kita lihat pada saat jam istirahat sekolah banyak mana yang berkunjung ke kantin atau ke perpustakaan ? Ini tentunya sebuah tantangan bagi pengelola perpustakaan sekolah bagaimana membuat para pelajar itu mau meramaikan perpustakaannya disaat anak bisa memanfaatkan waktu luangnya di luar kelas. Ada banyak ide yang sebenarnya bisa diterapkan untuk bisa membuat perpustakaan sekolah rame dikunjungi anak pada saat jam istirahat tersebut. Dalam konteks tulisan sederhana ini, ide-ide tersebut belum aku ungkapkan,  mungkin dalam tulisan aku yang lainnya.

Tugas aku dalam kegiatan ini, bagaimana virus membaca bisa menular pada para peserta roadshow jurnalistik. Karena tanpa diawali dengan budaya membaca yang baik bagaimana mungkin mereka akan menjadi penulis atau pewarta yang baik di sekolahnya. Aku mencoba mencarikan tips-tips yang bisa bermanfaat untuk bisa meningkatkan buda membaca mereka. Saya jadi ingat sama buku menarik dan bestseller karya Hernowo yang berjudul “Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza”, Bayangkan seluruh buku yang ada disekeliling kita, bagaikan makanan yang paling kita sukai, ujarnya. Wah kalau buku itu seperti makanan pasti kita tidak akan ragu untuk melahap buku-buku itu. Tidak bisa dipungkiri memang bahwa sering tidaknya seseorang membaca dapat dilihat dari kadar pengetahuan orang itu sendiri. Saya melihat orang yang suka membaca itu selain lebih banyak pengetahuan yang ia tahu juga membuat dia lebih atraktif dalam berbicara karena banyak kosakata yang ia kuasai dari membaca.

berikut ini ada 5 Cara Menumbuhkan Minat Gemar Membaca yang aku peroleh saat browsing di internet, sangat menarik dan bisa dicoba, yaitu (1)  Anda harus menganggap buku itu sebuah makanan yang lezat, menyadari bahwa buku adalah makanan ruhani kita yang sangat bergizi; (2) Anda harus menumbuhkan Rasa Ingin Tahu yang Besar dari buku yang akan dibaca; (3) Anda harus mencicipi “kelezatan” dari  membaca buku itu sendiri dengan membaca ditempat yang nyaman dan sejuk; (4) Anda harus menemukan hal-hal yang menarik dari buku yang dibaca sehingga anda akan terangsang dan semakin penasaran untuk melahap habis buku itu dan (5) Anda harus merekam bacaan yang anda baca tadi dengan menuliskan hal-hal yang menarik yang dapat anda ambil.

Semoga tulisan sederhana yang aku ambil dari berbagai sumber ini bisa memberikan motivasi  bagi adik-adik pelajar kita, utamanya yang belum mempunyai budaya membaca yang baik. Selamat membaca dan mencoba.

Oleh: mustuse | 19 November 2011

RAT PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA

Pelaksanaan tutorial D2 Perpustakaan UT Pokjar Todanan telah usai pada pertengahan Nopember 2011 kemarin, selama 4 Semester membimbing adik-adik tentunya ada banyak cerita yang memberikan kesan yang mendalam bagi aku. Seperti saat aku memberikan materi Pelestarian Bahan Pustaka pada semester 3, aku berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan materi ini dan aku enggak mau setengah-setengah. Rekanku di KPAD Blora yang kebetulan ahli dalam pelestarian aku boyong ke Todanan, terima kasih Pak Aris atas bantuannya. Berbagai bahan aku persiapkan untuk mendukung tuorial kali ini, persis pelaksanaan Bimbingan Teknis Perpustakaan yang sering diselenggarakan oleh kantorku. Ada satu pesan yang perlu aku sampaikan kepada para tutor UT yang menangani materi kuliah ini “Perbanyak Praktek” sehingga dalam aku menyusun Rancangan Aktivitas Tutorial (RAT) pun masalah praktek pelestarian aku jadikan “focus”, silahkan lihat RAT-Pelestarian-Bahan-Pustaka Dan dari pengalaman ini dapat aku simpulkan bahwa para mahasiswa UT lebih aktif manakala mereka diajak praktek langsung, tidak melulu diberikan teori saja.

Beberapa hari ini (14 s/d 29 Nopember 2011) Lembaga dimana aku bekerja (Kantor Perpustakaan dan Arsip DaerahKabupaten Blora) bersama-sama dengan Harian SUARA MERDEKA-Suara Muria, Telkom Speedy dan Universitas Muria Kudus menyelenggarakan Roadshow Jurnalistik Pelajar Blora 2011 ke beberapa SMA/SMK/MA yang ada di Kabupaten Blora. Aku jadi teringat beberapa tahun yang lalu waktu lembagaku masih UPTD Perpustakaan Umum pernah beberapa kali menyelenggarakan Kompetisi Majalah Sekolah bagi Pelajar SMA/SMK/MA yang ada di Kabupaten Blora. Kebetulan waktu itu aku ditunjuk pimpinan untuk jadi Project Leader kegiatan ini, dan otomatis waktu itu aku harus mencari informasi yang baik dan layak buat aku bagikan kepada peserta kompetisi saat temu tehnik kompetisi. Setelah memanfaatkan jaringan internet yang lumayan bagus di kantorku akhirnya aku dapat tips menarik dari guru di SMA Plus Negeri 17 Palembang yang kebetulan mengelola majalah sekolah Marella. Dan judulnya sangat menarik seperti judul posting tulisan ini. Guru tersebut (maaf ya pak saya lupa nama dan blognya-maklum sudah beberapa tahun yang lalu…hahaa) memberikan tips/kiat biar majalah sekolah itu bisa menjual, kiatnya begini :

 1) Harus profesional

Meskipun namanya majalah sekolah yang berarti (wajib) dibeli warga sekolah tersebut, pengelolaannya haruslah tetap seprofesional mungkin. Setiap anggota tim harus dapat memberikan sumbangsih hingga terbitnya majalah tersebut. Jangan merekrut anggota tim yang tidak mempunyai kemampuan sehingga tidak akan berperan apa-apa dalam penerbitan majalah. Tim redaksi adalah orang-orang yang benar-benar mau dan bisa bekerja serta berkomitmen menghasilkan malajah sekolah berkualitas dan layak jual. Jangan terpaku dengan konsumen yang sudah pasti akan membeli (karena wajib) tetapi tetap berhitung sebagai penjual yang akan menawarkan barang di pasaran. Tentu sebagai penjual kita akan melakukan yang terbaik untuk menghasilkan barang bermutu yang akan laris manis di pasaran.

2) Membentuk tim sebelum bekerja

Jangan pernah bekerja sebelum anggota tim terbentuk dan mengetahui tugas (job description) masing-masing. Pembina boleh berangan-angan menerbitkan majalah tapi tentu tak mungkin bekerja sendiri untuk menghasilkan majalah sekolah berkualitas. Pemilihan anggota tim redaksi mutlak dilakukan dengan benar dan tepat. Setiap anggota tim harus dapat menunjukkan hasil karyanya, meskipun belum pernah dipublikasikan, misalnya. Jika ada unsur yang diperlukan tetapi tak ada anggota yang dapat melakukannya, anggota tim harus dibina terlebih dulu. Misalnya tidak ada siswa sebagai tim redaksi yang dapat melakukan reportase, maka pembina harus memberikan arahan terlebih dahulu. Setelah itu melakukan latihan di lapangan pada tokoh nyata tak sebenarnya sebelum terjun ke tokoh yang dikehendaki rapat redaksi. Yang dimaksud tokoh nyata tak sebenarnya adalah bukan tokoh yang diinginkan tetapi dapat diwawancarai (teman sekelas, teman sekolah, orang tua, penjual di pasar, dan seterusnya).

3) Unsur minimal yang harus ada

Harus ada orang yang bisa menulis (menulis dalam arti menghasilkan naskah), atau suka menulis, atau pernah berkecimpung dalam dunia penulisan, atau bisa mengedit tulisan orang lain agar menjadi naskah yang layak dipublikasikan, atau paling tidak mencintai dunia penulisan. Karena sosok yang satu ini berperan besar terhadap isi sebuah majalah, kecuali majalah yang ingin diterbitkan hanya berupa kumpulan foto tanpa kata-kata. Kalau isi majalah lebih banyak tulisan (apalagi jika belum ada pemasang iklan) maka tim penulis ini haruslah paling banyak jumlahnya di antara unsur lainnya.

Harus ada orang yang bisa menghasilkan foto obyek langsung yang layak ditempatkan dalam sebuah majalah, dalam arti mengerti ’sedikit’ fotografi. Tentu anda tidak akan mau membeli sebuah majalah hiburan yang foto-foto artis di dalamnya kelihatan aneh atau lebih jelek dari aslinya yang sering mereka lihat di media lain. Atau ketika anda membuka sebuah majalah yang mengupas tentang seorang suatu jenis tanaman baru tetapi foto yang terpajang adalah foto jaman perang Vietnam. Anggota tim ini harus bisa menyediakan foto-foto yang diperlukan oleh penulis naskah, terutama jika naskah tersebut berhubungan dengan profil yang dapat ditemui secara langsung. Misalnya naskah profil seorang tokoh daerah di mana sekolah berada sebaiknya langsung diambil dari tokoh bersangkutan dan bukan merupakan duplikasi (kecuali untuk beberapa dokumen yang tak mungkin diambil langsung).

Harus ada orang yang mengerti tentang tata letak untuk mengatur penempatan isi majalah, baik naskah maupun gambar. Belajar tata letak dapat dilakukan secara otodidak melalui berbagai sumber baik langsung kepada ahlinya, maupun tak langsung, misalnya dari media cetak atau online.

Harus ada orang yang mengerti reportase. Ini terutama penting dimiliki jika majalah selalu menampilkan tokoh tertentu dalam setiap edisinya. Tidak mungkin seorang reporter bolak-balik menghubungi nara sumber karena menyadari kekurangan bahan atau data saat hasil wawancara siap dijadikan tulisan. Bagaimana kalau nara sumber adalah orang penting yang untuk menemuinya harus melalui protokoler berbelit-belit?

Harus ada anggota tim yang bisa menggambar, baik berupa gambar kartun atau vignet. Hal ini terutama akan digunakan untuk mengisi bagian-bagian kosong suatu halaman atau menunjang naskah. Misalnya cerpen tak cocok disertakan gambar nyata seorang siswa tetapi akan lebih baik jika berupa lukisan dengan pencil warna, pencil khusus atau tinta cina. Saya pribadi lebih suka menggambar dengan menggunakan tinta cina atau pencil alis. Tinta cina sangat bagus untuk vignet sedangkan pencil alis bagus untuk gambar realita (manusia, tokoh, binatang dan sejenisnya).

Harus ada orang yang mengerti dan mau terlibat dalam hal keuangan. Bagian keuangan mungkin merupakan orang yang selalu ada pekerjaan. Saat pengumpulan naskah, pencarian materi dan pengeditan, bagian ini harus bolak-balik mencatat pengeluaran anggota tim lain untuk menunjang ketepatan waktu kerja. Misalnya, untuk keperluan fotokopi, rental internet (kalau sekolah tidak memiliki fasilitas itu), membeli alat dan bahan penunjang kerja tim, dan sebagainya. Saat turun cetak, bagian ini harus berurusan dengan percetakan. Ketika distribusi, dia yang menentukan bagaimana cara pendistribusian atau pembayaran. Setelah itu harus menghubungi pihak luar tim yang akan menerima pembayaran atas pemuatan naskahnya, umpamanya. Sambil melakukan kegiatan terakhir ini, anggota tim naskah mulai sibuk menangani naskah-naskah baru dan ini artinya unsur keuangan akan mengulangi siklusnya dari awal.

4) Pembiasaan tenggat waktu

Setiap anggota tim harus membiasakan diri bekerja dengan tenggat waktu (deadline). Jika majalah akan diterbitkan sebulan sekali, sebagai contoh, maka harus terbit sekali dalam sebulan. Tidak boleh mengkambinghitamkan ulangan atau berbagai kegiatan lain sehingga tenggat waktu tidak tercapai dan penerbitan majalah tertunda.

5) Dengar pendapat

Pertemuan lengkap anggota tim redaksi minimal dilakukan dua kali, yaitu sebelum dan setelah penerbitan. Hal ini penting dilakukan terutama untuk menyamakan misi tertentu yang akan diemban dalam suatu edisi. Biarkan setiap anggota tim mengeluarkan pendapat tentang bagian yang akan dikerjakan tim lain. Biarkan imajinasi setiap anggota tim berkembang di saat pertemuan. Misalnya, jika edisi mendatang berupa edisi penyambutan siswa baru, tim fotografi bisa saja mengusulkan agar dimuat siswa-siswa berprestasi di sekolah sebelumnya. Tugas tim naskah untuk mencari data dan tugas reporter untuk melengkapinya.

6) Bebaskan siswa belajar manajemen langsung

Cara paling efektif untuk mentransfer ilmu kepada siswa adalah melibatkan siswa secara langsung dalam praktik di lapangan, bukannya hanya memberikan teori hingga mulut berbusa. Pembina majalah sekolah dapat memberikan tanggung jawab dimulai dari hal-hal kecil kepada setiap anggota tim hingga akhirnya terbentuk tim yang solid yang dapat melakukan manajemen majalah dari awal hingga tuntas. Jangan pernah takut membagi ilmu kepada siapa pun karena ilmu yang sempat kita bagi tak akan mengurangi ilmu yang telah kita kuasai. Dengan memberikan kepercayaan penuh kepada tim sambil tetap memberikan masukan dan menjaga kekompakan tim, maka sebuah majalah sekolah yang layak dibaca pasti dapat diterbitkan tepat waktu.

Demikian 6 tips dari pak Guru di Palembang,  sangat inspiratif perlu dibaca dan juga dipraktekkan tentunya. Selamat Mencoba.

Oleh: mustuse | 6 Desember 2010

Administrasi Perpustakaan Sekolah

Beberapa Minggu yang lalu mahasiswaku D2 Perpustakaan sms menanyakan tentang Administrasi Perpustakaan Sekolah, tapi karena dalam bulan Desember 2010 ini banyak banget pekerjaan yang harus aku pegang maka baru hari ini (senin, 6 Des 2010 ) feedback aku sampaikan. Yang pertama tenang Buku Induk PerpustakaanContoh Buku Induk Perpustakaan Yang Kedua tentang Label Bukucontoh label buku Yang Ketiga tentang Kartu-kartuContoh kartu buku, kartu anggota, katalog, kartu pinjaman, kartu pengembalian. Semoga jawaban ini memberikan manfaat yang banyak. Khusus buat mas Narto tetep smangat ya mengembangkan perpustakaan.

Oleh: mustuse | 5 November 2010

GODONG JATI BLORA FILM FESTIVAL 2010

Setelah pada tahun 2009 berhasil menyelenggarakan kompetisi film pendek bagi pelajar sekolah menengah atas se Kabupaten Blora, maka pada tahun 2010 ini Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Blora selaku penyelenggara utama GJBffest akan menyelenggarakan kompetisi film documenter. Berbeda dengan tahun sebelumnya kali ini kompetisi disamping akan di ikuti oleh filmmaker dari Blora juga akan diundang para filmmaker dari kabupaten yang ada dieks karesidenan pati dan sekitarnya.

TEMA FILM YANG DIKOMPETISIKAN

Tema Film yang bisa diangkat/dipilih untuk tahun 2010, sebagai berikut :

  1. Pemuda dan cita-citanya (Antara harapan dan kenyataan);
  2. Kepahlawanan Pemuda dalam Memajukan Kebudayaan;
  3. Kepahlawanan Pemuda dalam Dunia Pendidikan;
  4. Peran Pemuda dalam Menyelamatkan Lingkungan Hidup;
  5. Sumbangsih Pemuda dalam Mewujudkan Ekonomi Kreatif.

KRITERIA PESERTA

Peserta kompetisi berkretaria umum seperti mahasiswa maupun pelajar dan dapat juga pembuat film amatir atau komunitas dan bukan profesional dengan batas usia maksimal 22 tahun (per 1 Desember 2010) dibuktikan dengan KTP. Peserta dapat merupakan sebuah kelompok (jumlah tidak dibatasi) maupun individu.

KATAGORI PESERTA KOMPETISI

Tidak ada katagori khusus dalam kompetisi ini, semua peserta dilombakan dalam katagori yang sama.

KRITERIA KOMPETISI

Film yang dikirimkan oleh peserta akan diseleksi oleh panitia dan juri, dan 10 film terbaik atau disebut finalis akan dilombakan dalam rangkaian acara GODONG JATI BLORA FILM FESTIVAL 2010 untuk kemudian ditentukan sebagai film terbaik.

ATURAN DAN SYARAT KOMPETISI

  1. 1. Kompetisi bersifat terbuka untuk bisa diikuti siapa saja sesuai dengan persyaratan umum diatas.
  2. 2. Karya peserta harus merupakan film dokumenter (Panitia memiliki hak untuk mengkualifikasi apakah karya peserta merupakan film dokumenter atau tidak).
  3. 3. Karya peserta harus orisinil dan merupakan produksi tahun 2010.
  4. 4. Film belum pernah ikut dalam kompetisi/lomba film dokumenter lainnya.
  5. 5. Film utuh tanpa disertai jeda atau iklan.
  6. 6. Film yang dibuat tidak diperkenankan menghina salah satu unsur SARA tertentu dan tidak mengandung unsur PORNOGRAFI.
  7. 7. Film berdurasi minimal 15 menit dan maksimal 20 menit. Keduanya sudah termasuk credit title.
  8. 8. Film bukan merupakan profil lembaga/perusahaan, iklan layanan masyarakat, trailer film maupun video musik.
  9. 9. Materi film (objek, stock shoot, musik dan lain-lain) tidak melanggar hak cipta. Pelanggaran atau gugatan atas hak cipta terhadap karya yang diikutsertakan dalam kompetisi diluar tanggung jawab panitia.
  10. Hak cipta dimiliki oleh peserta.
  11. Materi film berformat CD/DVD.
  12. Bahasa yang digunakan menggunakan bahasa Indonesia. Jika terdapat bahasa daerah atau bahasa asing, peserta wajib menyertakan terjemahan dan mencantumkan nama penerjemah pada credit title.
  13. Peserta wajib menyertakan sinopsis film maksimal 1 paragraf (maks. 500 kata) dengan format ketik kertas ukuran A4 dengan font Times New Roman ukuran 12, spasi 2.
  14. Setiap peserta hanya boleh mengikutsertakan 1 buah film saja.
  15. Peserta yang berminat dapat mengambil formulir langsung di sekretariat lomba atau download di http://kpadblora.multiply.com atau di http://mustuse.wordpress.com atau melalui permintaan formulir ke email : kpad.blora@gmail.com.

KRITERIA PENILAIAN :

  • Ide cerita dan kesesuaian pesan yang disampaikan;
  • Kedalaman riset dan observasi peristiwa, lokasi serta karakter dalam film.
  • Visualisasi dan teknik pengambilan gambar.
  • Penggunaan ilustrasio musik, suara karakter atau voice over.
  • Pola alur pencintraan serta teknik editing dalam penyusunan gambar dan suara.

DEWAN YURI LOMBA

  • Penulis buku film
  • Praktisi perfilman
  • Wartawan
  • Pustakawan
  • Arsiparis

HADIAH DAN PENGHARGAAN

Kompetisi memperebutkan trophy dan piagam penghargaan dari Bapak Bupati Blora. Panitia kompetisi juga menyediakan hadiah berupa uang pembinaan (dipotong pajak) dengan urutan sebagai berikut :

Juara Pertama                              : Rp.1.150.000,-

Juara Kedua                                  : Rp.    900.000,-

Juara Ketiga                                  : Rp. 650.000,-

Juara Harapan Pertama             : Rp.    550.000,-

Juara Harapan Kedua                  : Rp.    450.000,-

Juara Harapan Ketiga                 : Rp.    350.000,-

LAIN-LAIN

  1. Film dikirimkan ke sekretariat lomba (kurir atau pos) dengan alamat Ruang Pengembangan Perpustakaan Gedung KPAD Blora lt.2, Jl.A.Yani Taman M.Sarbini Blora 58211 paling lambat tanggal 13 Desember 2010;
  2. Film yang masuk selanjunya akan dinilai dan diteliti oleh Dewan Yuri untuk menentukan nominasi 10 film terbaik atau disebut finalis untuk dilombakan dalam ajang GODONG JATI BLORA FILM FESTIVAL 2010 (GJBffest 2010). Nominasi calon pemenang akan diumumkan lewat : http://kpadblora.multiply.com.
  3. Penghargaan bagi para Pemenang kompetisi akan dilakukan di pendopo KPAD Kabupaten Blora (tanggal dan waktu akan ditentukan kemudian);
  4. Semua film yang masuk ke panitia berkesempatan untuk ditampilkan/diputar dalam acara BLORA BOOK FAIR 2010 dari tanggal 14 s/d 18 Desember 2010 bertempat di Gedung Sasana Bhakti Blora, Jl.Alun-alun Utara Blora;
  5. Keputusan Dewan Juri Lomba bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Seluruh film peserta menjadi koleksi database KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH KABUPATEN BLORA dan hak cipta ada ditangan pembuat film.
  6. Formulir dapat didownload disini FORMULIR PENDAFTARAN lomba film dokumenter
  7. Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan langsung kepada Humas KPAD Blora (an.Yusuf hp.081325201196)

Diawali oleh sebuah beban, perasaan bersalah, dan sekaligus penasaran karena tidak lulus ujian sertifikasi maka aku mencoba googling mencari-cari kira2 rahasianya apa untuk bisa Lulus ujian sertifikasi, tidak ada target mesti L4 atau L5 cukup lulus saja alias L2 sudah marem. Akhirnya aku dapat tips2nya dari mas Ferry Yulianto lewat blognya (http://ferryyulianto.wordpress.com)

Nah ini dia tulisannya mas Ferry…. Baca Lanjutannya…

Oleh: mustuse | 14 Juni 2010

Kiat Menumbuhkan Minat Baca Anak

Belum lama ini aku diminta oleh pimpinan dimana aku kerja untuk mengisi pertemuan Dharma Wanita tingkat Kabupaten Blora di Pendopo Rumah Dinas Bupati. Terus terang ini pengalaman baru bagi saya dimana harus menghadapi audience istri2 PNS dari level pimpinan sampai dengan staf. Aku terus berpikir kira-kira materi apa yang harus aku sampaikan ? Akhirnya ilham dari Allah SWT turun juga, dengan asumsi bahwa acara semacam ini lebih kehal-hal yang sifatnya praktis dan aplikatif akhirnya aku cari diinternet dengan bantuan “smart” alhamdulillah akhirnya aku mendapat tips yang sangat menarik. Dengan sedikit aku tambahi ilustrasi-ilustrasi yang sesuai dengan isi materinya akhirnya selesai juga presentasi yang harus aku buat. Silahkan barangkali ada yang tertarik untuk melihat materi yang aku sampaikan Kiat Menumbuhkan Minat Baca Anak

Dalam beberapa hari lagi aku diminta oleh kantorku (KPAD Kabupaten Blora) untuk mengikuti ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa yang diselenggarakan oleh BKD Kabupaten Blora. Untuk lebih mempersiapkan diri sehingga nanti berhasil memperoleh sertifikasi aku coba goggling ke beberapa alamat yang barangkali bisa membantu. Dan inilah hasil yang aku peroleh Soal Pengadaan Barang Jasa

Soal dalam bentuk file pdf ini tentunya hanya prediksi saja, masih ada banyak hal yang belum tercantum jadi bagaimanapun juga tetep harus membaca PP 80/2003 dan Keppresnya. Anggap saja soal-soal ini sebagai pemanasan, terutama yang baru pertama kali ikut ujian sertifikasi. Terlepas dari hal-hal teknis tersebut, kita harus tetep meminta pertolongan dari Allah SWT.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.